1,941 views

Review ASUS RT-AX55 AX1800 Gigabit Router

November 30, 2020by Marcomm0
https://www.synnexmetrodata.com/wp-content/uploads/2020/11/WhatsApp-Image-2020-11-30-at-4.14.09-PM.jpeg

Router ini sedikit lebih sederhana tampilannya dibandingkan router Asus lainnya dengan teknologi AX serupa. Mungkin dikarenakan ini adalah router AX paling mainstream, maka desain tidak banyak mendapat sentuhan istimewa dari Asus. Menggunakan 4 buah antena non detachable alias tidak bisa diganti serta ukuran agak lebih kecil menjadikan router ini terlihat biasa. Namun jangan salah, ada potensi besar didalamnya. Potensi itu bernama Wifi 6 atau Wifi dengan teknologi AX.

Dan berikut adalah penjelasan singkatnya

Sekilas tentang Generasi Wifi

  • 802.11b bisa disebut Wi-Fi 1
  • 802.11a bisa disebut Wi-Fi 2
  • 802.11g bisa disebut Wi-Fi 3
  • 802.11n bisa disebut Wi-Fi 4
  • 802.11ac bisa disebut Wi-Fi 5
  • 802.11ax bisa disebut Wi-Fi 6

Dan sebagai catatan, baru pada generasi AX ini diberi nama dengan Wifi 6 oleh Wifi Alliance yaitu sebuah organisasi yang mendorong evolusi teknologi wifi di dunia. Fungsi penamaan ini sendiri adalah untuk memudahkan pengguna awam dibandingkan harus menyebutkan kode huruf wifi tersebut.

Apa saja kelebihan Wifi 6 ?

Sebelum membahas tentang kelebihan Wifi 6 maka kita harus melihat kebelakang pada Wifi gen 5 (AC) dan sebelumnya. Pada Wifi gen sebelumnya satu channel wifi hanya sanggup mentransimikan satu transmisi ke satu device pada satu waktu. Jika anda pernah mengalami wifi lemot pada saat pengguna sedang banyak yang menggunakan wifi, maka bisa jadi router lama anda masih menggunakan teknologi lama.

Perbedaan router gen 6 dibandingkan gen 5 dan sebelumnya terletak pada :

MU-MIMU : pada gen 4 dan sebelumnya tidak support, pada gen 5 support hanya downlink, sedangkan pada wifi 6 support untuk downlink dan uplink.

BSS Color : Dalam satu paket transimisi data, wifi gen 6 mampu menandai paket data yang ditransimikan, sehingga tidak terjadi antrian dalam seperti wifi gen sebelumnya. Pada wifi gen sebelumnya, dalam satu transmisi paket data, hanya melayani 1 client saja, sedangkan dalam wifi 6 bisa multi user secara simultan berkat teknologi BSS Coloring.

Target Wake Up Time : Dengan teknologi in gadget akan lebih menghemat baterai secara signifikan. Kuncinya adalah gadget akan mengatur seberapa lama dan seberapa sering melakukan transmisi dengan router sehingga jika tidak membutuhkan status wifi akan sleep dan baterai dan daya pun akan lebih di hemat

OFDMA : Teknologi ini adalah pengembangan dari teknologi OFDM sebelumnya yang sama-sama mampu membagi paket transmisi data, dan kemudian OFDMA membagi channel menjadi alokasi fekuensi dalam bentuk lebih kecil yang disebut subcarrier. Dengan pembagian channel tersebut maka transmisi dapat dikirimkan pada saat yang bersamaan dan tidak perlu menunggu antrian. Latency adalah hal utama yang akan mendapatkan impact langsung dimana latency akan lebih cepat dibandingkan wifi generasi sebelumnya serta daya tahan baterai dari gadget akan lebih hemat dikarenakan tidak perlu menunggu lama dan bisa segera masuk ke sleep mode.

In the box

Jika menilik dari kemasan ukurannya tidak bisa dibilang kecil untuk sebuah ukuran karton kemasan sebuah router dan ini tentunya kita akan ber-ekspektasi jika unitnya pun berukuran jumbo. Namun setelah dibuka ukurannya compact. Sedikit lebih besar dibandingkan router umumnya dengan guratan khas RoG yaitu merah dan hitam. Router mainstream di kelas AX ini mempunyai 4 buah antenna non detachable yang artinya anda tidak dapat memodifikasi antenanya dengan antenna lain, sayang tidak disebutkan dengan detail di halaman resmsi ASUS berapa satuan dbi untuk antena tersebut.

GUI

Graphical User Interface dari router ASUS RT-AX55 ini terkesan gaming banget dengan akses warna merah hitam layaknya kemasan dan unitnya. Untuk pemula yang belum begitu mahir dalam setup router dan jaringan bisa memilih menu “Quick Internet Setup” yang ada pada bagian kiri atas. Secara garis besar router ini mempunya 5 mode. Namun yang membuat menarik adalah terdapat satu konfigurasi yang tidak semua router mempunyai, yaitu fitur Ai-Mesh. Pada dasarnya Ai-mesh adalah menggabungkan lebih dari satu router untuk saling berkomunikasi dan menyediakan sinyal secara merata di tempat yang anda kehendaki. Kalau anda berfikiran teknik tersebut dapat ditempuh secara konvensional dengan hanya menambahkan ekstra router tentu saja bisa. Tapi router satu sama lain tidak akan bisa berkomunikasi untuk mengatur alokasi bandwith yang anda butuhkan. Dengan fitur Ai-mesh ini, roiuter dapat secara pintar mengetahui lokasi anda dimana dan akan mengatur beamforming serta bandwith dan router mana yang lebih optimal untuk anda.

Interface awal

Gunakan Mode default jika anda ragu

Untuk pengujian kali ini, kami menggunakan router ASUS RT-AX55 dengan mode AP mode dan DHCP server off. Kenapa kita melakukan itu, dikarenakan kami telah menggunakan ISP dengan router bawaan dan DHCP akan di handle oleh router tersebut. Sedangkan untuk konektifitas seperti LAN dan Wifi akan di handle oleh router Asus RT-AX55 ini.

Pengujian

Seperti biasa, kita akan menguji menggunakan 3 jenis pengujian untuk menguji Router ASUS RT-AX55 ini

  1. iPerf
  2. Tracert
  3. Speedtest

Untuk pengujian ini kita menggunakan sebuah laptop yang menggunakan koneksi wifi untuk terhubung router. Jenis wifi card yang digunakan oleh Notebook ini adalah Intel Wifi 6 AX200 160Mhz. Saat terkoneksi otomatis tersambung ke spectrum 5GHz dan beroperasi di speed 1.2Gbps. Angka tersebut bisa dikatakan wow sekali, dimana jaringan kabel Lan pun hanya mentok di angka 1Gbps.

Lalu kami segera lakukan pengujian singkat menggunakan tracert untuk melakukan bandwith test ke server iperf kami yang kami install di NAS Synology DS218+. Hasilnya adalah kecepatan bandwith datanya sangat besar dan melibas kecepatan iperf jika menggunakan teknologi wifi generasi sebelumnya.

Pengujian kedua yaitu Tracert, kita akan melakukan test latency ke server Iperf. Fungsinya adalah untuk mengetahui latency atau delay antara intruksi dengan respon dari client ke server. Hasilnya adalah sebagai berikut, dimana latency dari koneksi wifi AX mampu bersaing dengan koneksi kabel ethernet pada umumnya dengan latency 1ms.

Pengujian ketiga ini adalah pengujian yang tentunya user awam ingin tahu, seberapa pengaruh penggantian router terhadap koneksi internet mereka. Disini saya akan memberi penjelasan terlebih dahulu, untuk mendapatkan kecepatan internet yang bagus dan stabil akan banyak sekali faktor-faktor penentu seperti

  • ISP
  • Kualitas router
  • Setup router
  • Jumlah client
  • Lokasi pemasangan router dan lokasi client
  • Perangkat client
  • Hambatan jarak serta benda antara router dengan client

Diatas adalah macam-macam hal yang bisa mempengaruhi koneksi jarinagn dan internet anda.  Jadi untuk pengujian ini hanya akan memberi gambaran bagaimana jika semua hal diatas sudah optimal adalah sebagai berikut. Jika melihata dua gambar diatas, maka terlihat bahwa penggunaan wifi serta kabel lan ethernet tetap ada perbedaan namun di generasi AX ini terutama di Router ASUS RT-AX55 ini sudah sangat mendekati baik dari ping maupun bandwith yang didapat.

Speed test menggunakan Wifi

Speed test menggunakan LAN

Kesimpulan

Apakah worth upgrade Router lama anda dengan Router AX milik ASUS ini?

Router di rumah anda sudah support 2200Mbps namun masih menggunakan teknologi AC apakah perlu?

Kedua pertanyaan diatas bisa dijawab dengan satu jawaban, jika perangkat/gadget yang terkoneksi banyak dan anda mengalami kendala lag, buffering atau delay, maka anda dapat mempertimbangkan untuk mengganti router anda tersebut dengan router RT-AX55 dari Asus ini walau bisa dibiliang ini adalah versi paling mainstream.

Saya sendiri pemakai router tipe AC2200 namun tetap mendapatkan upgrade performa menggunakan router ASUS RT-AX55 yang “hanya” mempunyai spesifikasi AX1800 ini. Hal yang pertama saya rasakan adalah, buffering nonton youtube di gadget sangat minimal jika bisa dikatakan malah tidak ada. Kedua pancaran sinyalnya jauh lebih jauh dibandingkan router saya sebelumnya. Ini terbukti waktu saya  harus kedepan rumah untuk ambil paket dan pegang HP namun sinyal masih bisa didapatkan. Sebagai catatan posisi penempatan router ini hanya sekitar 50 cm dari lantai dan sebenarnya bukan posisi ideal untuk mendapatkan sinyal yang kuat serta masih terhalang sekitar 2 tembok serta berjarak sekitar 10 meter hingga teras depan.

 

Tech spec :

https://www.asus.com/Networking-IoT-Servers/Whole-Home-Mesh-WiFi-System/All-series/RT-AX55/techspec/

 

Untuk info lebih lanjut :

Teguh.Gempita@metrodata.co.id

ContactUs@metrodata.co.id

Copyright 2021 PT. SYNNEX METRODATA INDONESIA

Copyright 2021 PT. SYNNEX METRODATA INDONESIA